Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa Virus Hanya Bisa Merusak Software? Apa Bisa Virus Merusak Hardware?

 


Jawaban pendek: BISA

Jawaban panjangnya, well… lumayan panjang sih.


Virus komputer bisa ada karena berbagai motif. Ada orang yang membuat virus komputer karena iseng, penasaran, dendam, uang, bahkan motif politik.

Virus yang "merusak" software ini harus dikategorikan dulu jenis kerusakannya apa. Jika kerusakan yang dimaksud adalah menyembunyikan berkas dan mengekripsinya maka virus ini masuk kategori ransomware seperti "WannaCRY".


Sementara virus yang bisa merusak hardware sudah ada contohnya bahkan sempat membuat heboh dunia karena virusnya sangat kompleks dan didasari motif politik.

Virus tersebut adalah STUXNET.

Menurut Ralph Langner, ilmuwan yang menemukan virus ini, STUXNET diciptakan secara sengaja oleh Mossad, Israel. Targetnya adalah Iran.

Hal ini dibuktikan oleh Kevin Hogan, direktur keamanan digital di Symantec, bahwa 60% korban STUXNET ditemukan di Iran.

Fungsi dari virus ini adalah merusak fasilitas nuklir inti dari Iran. Dengan kata lain virus ini merusak hardware.

Amrik dicurigai sebagai bekingannya STUXNET tapi pihak militer Amrik menyangkal hal tersebut.

Nyatanya menurut laporan Reuters pada tanggal 30 Mei 2015, Amrik ternyata mencoba menyerang instalasi nuklir milik Korea Utara dengan virus STUXNET juga tapi versi modifikasi mereka sendiri.

Sayangnya usaha tersebut gagal karena Korea Utara terkenal sangat rahasia. Atau mungkin juga karena teknologi Korea Utara rada jadoel.



Untuk pengguna rumahan seperti kita, virus yang harus diwaspadai sekarang ini adalah virus Cryptojacker.

Variannya banyak, tapi intinya sih cara kerja virus ini adalah menginfeksi komputer korban dengan sebuah script khusus yang diam-diam akan melakukan mining mata uang kripto.

Menurut Kaspersky, ada 2 metode utama bagaimana korban bisa terinfeksi virus ini:

  • Tidak sengaja mengklik sebuah tautan yang ada di dalam email dan tautan tersebut mengandung kode cryptojacking.
  • Membuka situs web yang di dalamnya mengandung script nambang.

Untuk metode nomor 2, dulu ada situs namanya Coinhive. Situs ini secara sengaja membuat sebuah kode Javascript yang dipersilakan ditanam di script situs web.

Script ini nantinya akan mengeksekusi program untuk menambang koin Monero. 

Pengunjung situs yang apes membuka situs web yang ada script ini komputernya akan berasa lamban dan cepat panas. Itu karena proses nambang uang kripto itu memakan hampir seluruh sumber daya komputer.

Kalau komputer kita tipe gaming yang menggunakan liquid cooling, mungkin nggak akan berasa.

Tapi kalau korbannya adalah pengguna biasa yang laptopnya pakai cooling fan standar dan prosesornya Intel Celeron ya lama kelamaan bisa tewas juga hardware-nya.